Toba – Kegiatan Ulin Rajut atau Pengumpulan Informasi Masyarakat Lanjutan yang dilaksanakan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura sejak 11 hingga 19 November 2025 resmi ditutup pada Rabu 19 November 2025 di Balai Desa Bagan Asam. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri Plt. Sekcam Kecamatan Toba Victor Wilson, S.M., Yayasan Sanggar Bumi Lestari, dosen serta mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pustu, Kepala SDN 01 dan SMP, Anak-Anak SD dan SMP, tokoh adat, serta masyarakat Desa Bagan Asam.
Kepala Desa Bagan Asam Liliapati membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah melakukan penelitian selama tujuh hari di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Bagan Asam merupakan satu dari 42 desa terpilih dalam program penelitian nasional tersebut, dan hasilnya menunjukkan kekayaan biodiversitas yang bernilai tinggi.
“Hanya dari satu pohon saja bisa ditemukan beberapa jenis anggrek. Kami berharap kegiatan ini berlanjut agar masyarakat mendapat pembinaan terkait pemeliharaan hutan” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Sekcam Toba Victor Wilson, S.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan di tengah semakin berkurangnya kawasan hijau akibat ekspansi perkebunan. Ia menuturkan bahwa Desa Bagan Asam merupakan salah satu desa yang hutannya masih terjaga di Kecamatan Toba.
“Tadi saat perjalanan, saya melihat burung enggang. Ini hewan langka yang menjadi tanda bahwa habitatnya masih ada di sini. Jika hutan terus dibabat, hewan-hewan akan kehilangan tempat hidup dan akhirnya mendekat ke permukiman” ujarnya sambil mengajak seluruh masyarakat mendukung upaya pelestarian, bukan hanya penelitian semata.
Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Bhabinkamtibmas Iskandar dan Babinsa Merukin yang berharap agar penelitian ini membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran menjaga kelestarian alam. Perwakilan PT. MTI juga turut memberikan penjelasan mengenai komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem hutan. Dari total 74.000 hektare areal konsesi, hanya sekitar 15.000 hektare yang dioperasikan, sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keseimbangan lingkungan. Setiap dua tahun PT. MTI melakukan survei ekologis bersama konsultan dari Bogor yang salah satunya berfokus pada potensi keberadaan orangutan di wilayah Bagan Asam dan Kampung Baru.
Dari Yayasan Sanggar Bumi Lestari, perwakilan project assistant Sungai Mendawak menyampaikan bahwa sebagai LSM non-profit, mereka terus berupaya memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk universitas dan Pemerintah Desa. Ia berharap bimbingan serta arahan dari pemerintah desa dapat membuat kegiatan mereka memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Selanjutnya, Dosen Fakultas Kehutanan Untan Warmanto, Ia menjelaskan bahwa Desa Bagan Asam menjadi lokasi terpilih dari 1.572 proposal program nasional Tera Saintek, di mana hanya 42 proposal yang disetujui. Selama Enam hari, mahasiswa berhasil mengidentifikasi berbagai jenis flora dan fauna yang menggambarkan kekayaan hutan gambut Bagan Asam. Warmanto menegaskan bahwa waktu penelitian yang hanya enam hari menyebabkan banyak potensi flora dan fauna yang belum seluruhnya tereksplor. Ia berharap penelitian lanjutan dapat dilakukan di masa mendatang.
Penutupan kegiatan Ulin Rajut tahun ini dinilai sukses dan memberi gambaran jelas mengenai kekayaan Flora dan Fauna Desa Bagan Asam. Pemerintah Desa, Kecamatan, Perguruan Tinggi, LSM, dan masyarakat sepakat untuk terus bersinergi dalam menjaga kelestarian hutan sebagai aset penting bagi generasi mendatang.
Sesi berikutnya adalah pemaparan hasil penelitian oleh 14 Mahasiswa Fakultas Kehutanan. Berikut rangkuman temuan utama selama penelitian:
- Tumbuhan Hias Hutan
- Bunga Lipstik
- Ixora sp. / Asoka
- Monstera sp. / Janda Bolong
- Alocasia reticulata sp. / Keladi Hias
- Cucurbita sp. / Labu Sabuan
- Hoya sp. / Sirih Merah
- Bauhinia sp. / Daun Kupu-Kupu
- Selaginella rexburghii
- Selaginella sp.
- Beragam jenis Anggrek (termasuk 11 jenis pada satu pohon)
- Jenis Kupu-Kupu
- Famili Papilionidae
- Famili Pieridae
- Famili Nymphalidae
- Jenis Jahe Liar
- Etlingera sp. (Kecombrang merah)
- Zingiber sp.
- Etlingera sp. (varian lain)
- Katak dan Kodok (8 jenis)
- Kodok Empakong
- Katak Sawah
- Peruak
- Kerangkong
- Katak Sawah Bergaris
- Katak Pohon
- Keropek
- Katak Peret
- Jenis Rotan
- Rotan Sega / Calamus amatus blume
- Rotan Bulu / Calamus moti
- Rotan Dahan / Kerthalsia
- Rotan Tunggal
- Rotan Bantok
- Rotan Pengker
- Rotan Peledas
- Rotan Udang
- Rotan Jelendung
- Tanaman Obat (16 jenis)
- Brotowali
- Sisil Naga
- Kunyit Putih
- Kencing Beling
- Jahe Putih
- Mengkudu
- Sirih Cina
- Bawang Dayak
- Gendis
- Bunga Telang
- Bawang Merah Tinggal
- Daun Tumbuh Daun
- Jahe Merah
- Bawang Merah
- Jahe Hutan
- Medang Keruing
- Pohon Hutan Gambut (±26 jenis)
- Durian Burung
- Jelutung
- Ramin
- Engkabang
- Resak
- Meranti
- Medang Bengayau
- Bintangur Sungai
- Kantong Semar
- (Dan puluhan jenis lainnya)
- Jenis Burung (17 jenis teridentifikasi)
- Cipoh Kacat
- Merbah Belukar
- Kehicap Ranting
- Layang-Layang Batu
- Kadalan Selaya
- Prenjak Rawa
- Caladi Klotok Jawa
- Madu Kelapa
- Gagak Kampung
- Bondol Kalimantan
- Kangkareng Perut Putih
- (Dan jenis lainnya)
